Mendukbangga

Mendukbangga Ajak Keluarga Aktif Mengelola Sampah Dukung Gerakan ASRI

Mendukbangga Ajak Keluarga Aktif Mengelola Sampah Dukung Gerakan ASRI
Mendukbangga Ajak Keluarga Aktif Mengelola Sampah Dukung Gerakan ASRI

JAKARTA - Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga) Wihaji mendorong masyarakat untuk memulai pengelolaan sampah dari tingkat keluarga. 

Langkah ini sejalan dengan Gerakan Nasional Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI) yang dicanangkan pemerintah. Penanganan sampah dari keluarga dianggap sebagai fondasi utama untuk lingkungan bersih dan sehat.

Pengelolaan Sampah Dimulai dari Rumah

"Kita urusi sampah dari keluarga untuk mendukung Gerakan ASRI," kata Wihaji. Ia menegaskan, sampah rumah tangga mencakup sampah yang bisa dan tidak bisa didaur ulang. Dengan pengelolaan yang baik, dampak negatif sampah terhadap lingkungan dan kesehatan dapat diminimalkan secara signifikan.

Wihaji menekankan, setiap keluarga memiliki peran penting karena secara rutin berinteraksi langsung dengan berbagai jenis sampah. Dalam Rapat Koordinasi Nasional Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana), ia mengajak semua pihak berkolaborasi. 

"Kita tidak bisa bekerja sendiri. Pola pikirnya kita ubah, kita harus berkolaborasi karena semua urusan di negara ini selalu berhubungan dengan keluarga," ujarnya.

Gerakan Nasional ASRI dan Implementasinya

Presiden Prabowo Subianto telah mencanangkan Gerakan Nasional ASRI sebagai bentuk komitmen pemerintah terhadap lingkungan bersih. Salah satu langkah nyata gerakan ini adalah kegiatan bersih-bersih sampah di berbagai wilayah Indonesia. Implementasi gerakan ini menekankan partisipasi masyarakat dan instansi terkait secara serentak untuk menciptakan efek nyata.

Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menyatakan bahwa persoalan sampah secara nasional sudah masuk fase krisis. Dari sekitar 143 ribu ton sampah yang dihasilkan setiap hari, baru 24 persen yang terkelola dengan baik.

"Sampah yang kita tangani saat ini merupakan sampah spesifik yang tidak berasal dari rumah tangga dan memerlukan penanganan khusus. Sampah ini muncul akibat kondisi tertentu, termasuk dampak banjir, sehingga harus dikelola secara lebih tepat dan terkontrol," jelas Hanif.

Kondisi ini berdampak langsung pada kesehatan lingkungan, perekonomian pesisir, dan citra pariwisata nasional. Sampah yang tidak dikelola dengan baik berpotensi mencemari perairan dan memengaruhi kualitas hidup masyarakat. Oleh sebab itu, pengelolaan sampah keluarga menjadi langkah strategis dalam mencegah masalah yang lebih besar di masyarakat.

Peran Pemerintah dan Kepala Daerah

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menekankan peran para menteri hingga kepala daerah dalam mendukung Gerakan ASRI. Kepala daerah dari tingkat gubernur hingga wali kota diminta memberi contoh melalui kegiatan bersih-bersih di wilayah masing-masing. 

Kegiatan ini menjadi sarana edukasi sekaligus aksi nyata dalam mendorong partisipasi masyarakat.

Teddy menegaskan bahwa arahan ini merupakan tindak lanjut perintah Presiden Prabowo Subianto. "Pak Presiden kemarin sudah menyampaikan di depan forum, Anda hadir semua, kita mulai Gerakan ASRI. Kepala daerah, dari gubernur, wakil gubernur, bupati, wali kota, semuanya ayo bersih-bersih," ucapnya. Gerakan ini menekankan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah untuk menciptakan lingkungan bersih dan sehat.

Selain kepala daerah, jajaran TNI, Polri, BUMN, serta kementerian dan lembaga juga diminta memberikan contoh penerapan Gerakan ASRI. Kolaborasi lintas sektor diharapkan mempercepat perubahan perilaku masyarakat terkait pengelolaan sampah. 

Dengan begitu, program ini tidak hanya menjadi simbol, tetapi juga langkah nyata menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan.

Manfaat Pengelolaan Sampah dari Keluarga

Pengelolaan sampah di tingkat keluarga memiliki banyak manfaat, baik bagi lingkungan maupun kesehatan masyarakat. Sampah rumah tangga yang dikelola dengan baik dapat mengurangi tekanan pada sistem pengelolaan sampah kota. 

Hal ini juga berkontribusi pada pencegahan penyakit yang disebabkan oleh sampah menumpuk dan lingkungan yang tidak higienis.

Selain itu, pengelolaan sampah keluarga membantu meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya daur ulang. Sampah yang bisa didaur ulang dapat dimanfaatkan kembali menjadi produk berguna. Sedangkan sampah yang tidak bisa didaur ulang dapat dipisahkan untuk penanganan khusus, sehingga menurunkan risiko pencemaran.

Gerakan ASRI yang dimulai dari keluarga diharapkan menjadi fondasi perubahan budaya masyarakat. Dengan kesadaran individu dan kolaborasi lintas sektor, pengelolaan sampah dapat menjadi praktik berkelanjutan. Dampak positifnya tidak hanya pada kesehatan, tetapi juga pada kualitas hidup dan citra Indonesia di mata dunia.

Langkah Strategis Mendukung ASRI

Dalam upaya mendukung Gerakan ASRI, pemerintah merancang strategi yang melibatkan berbagai pihak. Edukasi tentang pemilahan sampah, penanganan sampah organik dan anorganik, serta praktik daur ulang menjadi fokus utama. 

Program ini juga mendorong partisipasi aktif keluarga dalam kehidupan sehari-hari untuk menjaga lingkungan tetap bersih.

Kolaborasi dengan masyarakat, pemerintah daerah, dan sektor swasta menjadi kunci keberhasilan gerakan ini. Setiap individu, institusi, dan kelompok masyarakat diharapkan dapat mengambil peran masing-masing. 

Dengan langkah strategis yang terencana, Gerakan ASRI dapat membawa dampak jangka panjang bagi kesehatan masyarakat, lingkungan, dan ekonomi nasional.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index